Minggu, 12 Februari 2012

WARISAN PUSAKA KEBUDAYAAN MEKONGGA

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara yang memiliki sekaligus mewarisi keanekaragaman yang begitu kompleks baik suku, agama, budaya hingga sumber daya alam dan potensi manusianya. Beragam suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia dengan beraneka ragam budaya dan adat istiadat yang berbeda satu dengan yang lainnya merupakan warisan puluhan bahkan ratusan kerajaan di masa yang lampau, masa ketika ide tentang Indonesia masih dalam bentuk unifikasi kerajaan besar dan kecil. Majapahit, Singasari, Mataram, Tidore, Gowa, Luwu, Konawe dan Mekongga adalah nama yang mewakili eksistensi kerajaan yang pernah ada. Segenap kerajaan yang pernah ada di Indonesia berdiri sendiri dan bedaulat penuh atas wilayahnya masing-masing dengan batas Negara/kerajaan berdasarkan kondisi geografis ataupun kesamaan suku, bahasa, agama, dan adat istiadat. Segenap kerajaam tersebut telah menjalin hubungan satu sama lain baik secara positif melalui perdagangan, perkawinan, penyebaran agama maupun secara negatif melalui peperangan. Setelah proklamasi kemerdekan Indonesia segenap kerajaan tersebut melebur kedalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Secara teoritis beberapa Negara membuktikan bahwa kebudayaan memberikan kontribusi positif untuk kemajuan pembangunan bangsanya. Bangsa Indonesia dan masyarakat kabupaten Kolaka akan membuktikan pula teori itu, melalui penempatan budaya sebagai landasan pengembangan daerah dalam berbagai dimensi kehidupan, atau dalam ungkapan lain disebut pembangunan berbasis sosial budaya. Konsep tersebut tidak berarti mengabaikan sikap kererbukaan terhadap inovasi dari luar yang dapat memperkaya budaya setempat untuk memacu percepatan pembangunan daerah. Secara empiris bahwa ketertinggalan Kabupaten Kolaka dalam beberapa matra kehidupan jika dibanding dengan beberapa daerah lain di Indonesia, memerlukan suatu kearifan untuk melakukan lompatan-lompatan tertentu dalam tangga-tangga perkembangan yang berlaku secara natural dan evolusioner selama ini.
Sebagai dasar, maka posisi kebudayaan saat ini sangatlah strategis untuk dapat menjadi pilar kemajuan daerah dalam berbagai sektor kehidupan. Keragaman suku bangsa ( Mekongga, Tolaki, Moronene, Buton, Muna, Bugis, Makassar, Toraja, Bajo, Jawa, Sunda dan Bali ) dengan budayanya merupakan potensi besar untuk dijadikan sebagai produk budaya yang memiliki nilai manfaat yang tinggi bagi kehidupan manusia dan pengembangan kota Kolaka yang berbasis budaya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar